Selamat Datang Di Around LifeU Blog

Selasa, 31 Januari 2017

Cara membuat kompos aerob

PENGERTIAN
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik. dan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat kompos aerob.

MANFAAT

Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
·         Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
·         Mengurangi volume/ukuran limbah
·         Memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
·         Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah
·         Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
·         Meningkatkan kesuburan tanah
·         Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
·         Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
·         Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
·         Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
·         Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
·         Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
·         Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga memengaruhi serapan hara oleh tanaman 


ALAT & BAHAN
Semua bahan-bahan organik padat bisa dibuat kompos atau dikomposkan, kecuali tulang, tanduk dan rambut. Bahan – bahan yang bisa dibuat kompos dan mudah terurai secara bilogis antara lain limbah organik rumah tangga, sampah organik, limbah kertas, limbah peternakan atau kotoran ternak, limbah pertanian seperti rumput dan sisa-sisa tumbuhan, sekam padi, limbah pabrik kelapa sawit, limbah pabrik singkong, limbah pabrik gula, sisa-sisa buah-buahan, dan lain sebagainya. Bahan-bahan yang umum dan sering dibuat kompos misalnya jerami padi, sekam, gulma, tongkol jagung, dedaunan, batang pisang, sabut kelapa, kotoran hewan, limbah pakan ternak, azola, ganggang biru, enceng gondok, ampas tebu, limbah kertas, limbah kelapa sawit, kulit buah-buahan, sisa buah-buahan, dan lain-lain.

CARA

. Cara membuat kompos secara aerob
Perbandingan atau rasio C/N yang ideal dalam pembuatan kompos secara aerob adalah dibawah 30 : 1. Bahan-bahan organik dengan rasio C/N dibawah 30 : 1 misalnya batang pisang, hijauan leguminosa, jerami padi dan kotoran ayam atau kotoran unggas lainnya. pH yang dibutuhkan berkisar antara 6 – 8 dengan kadar air 40 – 50 %. Jika unsur karbon kecil atau rendah, bisa dinaikkan dengan menambahkan arang sekam. Berikut cara membuat pupuk kompos secara aerob :
a). Pembuatan kompos secara aerob sebaiknya dilakukan ditempat terbuka, namun terlindung dari hujan.
b). Siapkan wadah berupa kotak kayu, drum atau tong. Jika menggunakan drum atau tong, lubangi sisi drum/tong. Buat beberapa lubang pada sisinya dengan ukuran diameter lubang -/+ 1cm. Lubang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara. c). Siapkan dekomposer (EM4 atau MOL) kemudian larutkan dengan air secukupnya, dosis bisa dilihat pada produk dekomposer yang digunakan. d). Masukkan bahan kompos sedikit demi sedikit secara berlapis dan dipadatkan, kemudian siram dengan larutan dekomposer yang hingga basah merata. Masukkan lagi bahan kompos diatasnya kemudian siram dengan larutan dekomposer, begitu seterusnya hingga bahan kompos habis. Tutup menggunakan terpal atau plastik. e). Empat hari kemudian aduk rata bahan kompos agar suhu tidak terlalu panas. Hal ini dilakukan agar mikroorganisme dekomposer tidak mati karena suhu yang terlalu tinggi. Siram dengan air secukupnya untuk menjaga kelembaban, kemudian tutup kembali menggunakan terpal atau plastik. f). Pengadukan dilakukan setiap 2 hari sekali, dan hentikan pengadukan jika suhu sudah stabil dibawah 45 derajat celcius. g). Jika volume sudah menyusut hingga setengahnya atau 50% dan sudah berwarna hitam kecoklatan, berarti kompos sudah jadi. Namun belum bisa digunakan, dan harus dilakukan pematangan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu. h). Proses pematangan kompos dilakukan dengan cara membiarkan kompos dalam keadaan terbuka tapi terlindung dari air hujan.

Bila sudah jadi komposnya akan seperti ini






1 komentar: