Selamat Datang Di Around LifeU Blog

Minggu, 28 Juni 2020

TERAPI PENURUNAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES DENGAN DAUN INSULIN

TERAPI PENURUNAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES DENGAN DAUN INSULIN
Ahmad Nur Hadi
Program Studi S1 Farmasi
 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki karakteristik dengan hiperglikemia atau tingginya gula darah dalam tubuh akibat adanya gangguan  atau masalah pada sekresi atau kerja insulin atau maupun keduanya. Kondisi hiperglikemia dapat menyebabkan komplikasi, yang dimana akan mengakibatkan meningkanya rasa kesakitan dan kematian akibat diabetes melitus. Terapi pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman sudah banyak digunakan untuk pengobatan diabetes melitus. Salah satunya tanaman herbal yaitu daun insulin atau dikenal dengan daun yakon (Smallanthus sonshifolius). Tanaman yacon memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan dianggap sebagai suplemen makanan yang berpotensial dalam pencegahan penyakit kronis yang melibatkan stres oksidatif terutama diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan diabetes adalah penggunaan daun insulin sebagai obat tradisional yang mempunyai efek hipoglikemi. Tanaman ini mengandung phenol, chlorogenic, caffeonylquinic, ferulic, fructooligosacarida, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. 

PENDAHULUAN
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kadar glukosa normal darah pada waktu puasa tidak melebihi 126 mg/dl dan 2 jam sesudah makan tidak melebihi 200 mg/dl. DM diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu, DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe gestasional, DM tipe lainnya. Kejadian DM tipe 2 lebih sering ditemukan dari pada DM tipe 1. DM harus dikontrol agar terhindar dari komplikasi seperti ketoasidosis diabetik, hipoglikemik, hiperglikemik hiperosmolar non ketotik, penyakit jantung koroner dan kaki diabetik, retinopati, nefropati, dan neuropati (Desy, 2016)
Menurut (Prizka Putri Pahlawan, 2016) diabetes melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.
Tujuan pengobatan diabetes pada dasarnya adalah mengontrol glikemi atau gula darahhingga mencapai kadar gula yang mendekati normal (kadar gula darah orang sehat).Namun, di tengah pengobatan ini harus dicegah terjadinya hipoglikemi atau kadar guladarah yang terlalu rendah. Bila tujuan tersebut tidak dicapai, maka penderita diabetes akan merasa lebih sehat dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Selain itu, timbulnya komplikasi yang serius dan mengancam jiwa penderita dapat dicegah. (Ruslianti, 2008).
Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman sudah banyak digunakan untuk pengobatan DM. Salah Satu tanaman herbal yaitu daun insulin. Daun insulin (Smallanthus Sonchifolius) adalah salah tanaman yang berasal dari Andes yang saat ini telah banyak tumbuh dan dikembangkan dibanyak negara salah satunya Indonesia (Hasanah, 2013).
Tanaman yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Ades, Peru. Di Indonesia sendiri tanaman ini belum cukup banyak dikenal orang, baru dikenal di negara kita sekitar 2-3 tahun yang lalu. Ciri-ciri dari tanaman ini yaitu memiliki umbi yang bewarna coklat hampir mirip dengan singkong, daging umbi bewarna putih kekuning-kuningan dan memiliki rasa yang manis. Daun yakon lebih dikenal sebagai daun insulin, karena daun yakon mengandung protein, karbohidrat dan lemak mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar. (Hasanah, 2013).

RUMUSAN MASALAH
  1. Apa itu penyakit diabetes
  2. Bagaimana penanganan penyakit diabetes
  3. Peranan daun insulin pada pasien diabetes

PEMBAHASAN
Menurut (Prizka Putri Pahlawan, 2016) diabetes melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.
Diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu diabetes tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) dan diabetes tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Diabetes tipe 1 biasanya timbul pada usia remaja (9-13 tahun) disebabkan karena adanya penyakit autoimun. Sedangkan diabetes tipe 2 timbull pada usia 30-40 tahun dan biasanya terjadii karena obesitas. DM tipe 2 ini terjadi karena defisiensi insulin relative atau resisten insulin. (Prizka Putri Pahlawan, 2016)
Faktor resiko terjadi diabetes melitus tipe 2 antara lain riwayat keluarga dengan DM, obesitas, sebelumnya pernah didiagnosa dengan gangguan toleransi glukosa, riwayat melahirkan bayi besar, hipertensi, kadar kolesterol HDL<35 mg/dl dan/atau kadar trigliserida >250 mg/dl, penderita sindrom polikistik ovarium atau acanthosis nigricans, dan riwayat penyakit kardiovaskuler. Kondisi hiperglikemia dalam jangka panjang (kronik) dapat menyebabkan komplikasi multiorgan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada penyandang DM. Komplikasi yang terjadi dapat berupa disfungsi ataupun kegagalan dari organ seperti mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. (Baroni, 2014).
Pengobatan pada DM bertujuan untuk menjaga kadar glukosa darah, yaitu dengan memberikan obat. Namun masih sering kali ditemui pemberian obat yang tidak terkontrol dengan baik dapat berakibat pada kasus hipoglikemi, gangguan pada saluran pencernaan. Selain itu pasien DM mudah sekali mengalami hiperglikemi. Bahkan yang membuat pasien DM semakin tidak berdaya adalah semakin mahalnya harga obat. Pengembangan strategi untuk alternatif pengobatan DM perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menggunakan tanaman herbal yang ada di Indonesia untuk mengurangi kasus DM dengan meminimalkan efek samping (Herlina, 2013). Tanaman herbal yang dapat dikembangkan sebagai alternatif pengobatan kasus DM adalah tanaman Yakon (Smallanthus sonchifolius)
Penyebab utama diabetes di era globalisasi adalah perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup, salah satu aspek yang paling menonjol adalah tingginya konsumsi makanan gaya barat. Makanan gaya barat ini bisa dipersonifikasi dengan jaringan restoran cepat saji (fast food) Mc Donald’s, KFC, Pizza Hut, Wendy’s dan sebangsanya (Sustrani, 2004).
Tanaman Yakon terbukti mampu mencegah migrasi polymorphonuclear leucocyites, immunomodulasi, antioksidan dan efek sitoprotektor. Bahkan hasil penelitian mampu membuktikan tanaman Yakon dalam bentuk teh dapat menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kadar insulin pada tikus yang terinduksi bahan diabetik. Pada bagian tanaman Yakon yang lain seperti umbi juga mengandung β fruktooligosakarida terbesar dibandingkan dengan tanaman lain. Fruktooligosakarida merupakan gula dengan kandungan kalori lebih rendah dibandingkan gula lainnya. β fruktooligosakarida mampu memodulasi sindrom metabolik dan dislipidemi. Fruktooligosakarida merupakan sejenis insulin juga memiliki kemampuan aktivitas prebiotik dengan mengatur metabolisme kolesterol pada proses assimilation melalui penurunan absorbsi kolesterol di usus halus (Grethel, 2013)

PENUTUP
Kesimpulan
Pengobatan diabetes dasarnya adalah mengontrol gula darah hingga mencapai kadar gula yang mendekati normal (kadar gula darah orang sehat). Pengobatan diabetes meliputi edukasi, perencanaan makan, latihan jasmani, dan penggunaan obat-obatan, baik oral maupun insulin. Agar tercapainya pengobatan diabetes yang aman dan baik. Daun yakon mengandung protein, karbohidrat dan lemak mengandung gula-gula fruktosa. Fruktosa adalah gula sederhana yang memberikan rasa manis, terdapat pada makanan alami seperti buah-buahan, madu, sayuran dan biji-bijian. Kandungan senyawa aktif pada tanaman ini antara lain phenol, chlorogenic, caffeonylquinic, ferulic, fruktooligosakarida dan flavonid. kandungan tersebut dapat menurunkan kadar glukosa darah pada diabetes melitus. Oleh karena itu, tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes.
Saran
Diharapkan daun insulin dapat menjadi salah satu alternatif dan dapat diterapkan dalam terapi penurunan gula darah oleh pasien diabetes. Karena dapat menjadi alternatif obat diabetes karena di tinjau dari segi ekonomi dan efektifnya dalam pengobatan dapat menghasilkan hasil yang bagus bagi pasien diabetes.

DAFTAR PUSTAKA
Baroni. (2014). Beneficial effect of an hydroethanolic extract of Smallanthus sonchifolius leaves on the metabolic changes in diabetic rats. J Pharm Bio Sci, 5(3) : 183-196.
Desy, D. (2016). Pengaruh Rebusan Daun Insulin (Smallanthus Sonchifolius) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Diabetes Melitus. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Grethel. (2013). Yacon (smallanthus sonchifolius) : A Functional Food. Jurnal Foods for Human Nutrition, 222-228.
Hasanah, U. (2013). Insulin Sebagai Pengatur Kadar Gula Darah. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 42-49.
Herlina. (2013). Diabetes Kandas Berkat Herbal. Cetakan I. Jakarta: Fmedia.
Prizka Putri Pahlawan, D. O. (2016). Manfaat Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius) sebagai Antidiabetes. Jurnal Majority, Vol.5 No.4.
Ruslianti. (2008). Pengobatan Diabetes melalui Pola Makan. Jakarta: Kawan Pustaka.
Sustrani, L. A. (2004). Diabetes. Jakarta: PT Gramedia.