TERAPI PENURUNAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES DENGAN DAUN
INSULIN
Ahmad Nur Hadi
Program Studi S1 Farmasi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari
Banjarbaru
ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki
karakteristik dengan hiperglikemia atau tingginya gula darah dalam tubuh akibat
adanya gangguan atau masalah pada sekresi atau kerja insulin atau maupun
keduanya. Kondisi hiperglikemia dapat menyebabkan komplikasi, yang dimana akan
mengakibatkan meningkanya rasa kesakitan dan kematian akibat diabetes melitus.
Terapi pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman sudah banyak digunakan
untuk pengobatan diabetes melitus. Salah satunya tanaman herbal yaitu daun
insulin atau dikenal dengan daun yakon (Smallanthus sonshifolius). Tanaman
yacon memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan dianggap sebagai suplemen
makanan yang berpotensial dalam pencegahan penyakit kronis yang melibatkan
stres oksidatif terutama diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan
diabetes adalah penggunaan daun insulin sebagai obat tradisional yang mempunyai
efek hipoglikemi. Tanaman ini mengandung phenol, chlorogenic, caffeonylquinic,
ferulic, fructooligosacarida, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa
darah.
PENDAHULUAN
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit
metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kadar
glukosa normal darah pada waktu puasa tidak melebihi 126 mg/dl dan 2
jam sesudah makan tidak melebihi 200 mg/dl. DM diklasifikasikan
menjadi beberapa jenis yaitu, DM tipe 1, DM tipe 2, DM
tipe gestasional, DM tipe lainnya. Kejadian DM tipe 2 lebih sering
ditemukan dari pada DM tipe 1. DM harus dikontrol agar terhindar
dari komplikasi seperti ketoasidosis diabetik,
hipoglikemik, hiperglikemik hiperosmolar non ketotik, penyakit
jantung koroner dan kaki diabetik, retinopati, nefropati, dan neuropati (Desy,
2016)
Menurut (Prizka Putri Pahlawan, 2016) diabetes
melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan
metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan
tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid
dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi
fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau
defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar
pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh
terhadap insulin.
Tujuan pengobatan diabetes pada dasarnya adalah mengontrol
glikemi atau gula darahhingga mencapai kadar gula yang mendekati normal (kadar
gula darah orang sehat).Namun, di tengah pengobatan ini harus dicegah
terjadinya hipoglikemi atau kadar guladarah yang terlalu rendah. Bila tujuan
tersebut tidak dicapai, maka penderita diabetes akan merasa lebih sehat
dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Selain itu, timbulnya
komplikasi yang serius dan mengancam jiwa penderita dapat dicegah. (Ruslianti,
2008).
Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman sudah
banyak digunakan untuk pengobatan DM. Salah Satu tanaman herbal yaitu
daun insulin. Daun insulin (Smallanthus Sonchifolius) adalah
salah tanaman yang berasal dari Andes yang saat ini telah banyak
tumbuh dan dikembangkan dibanyak negara salah satunya
Indonesia (Hasanah, 2013).
Tanaman yakon merupakan tanaman yang berasal dari
pegunungan Ades, Peru. Di Indonesia sendiri tanaman ini belum
cukup banyak dikenal orang, baru dikenal di negara kita sekitar 2-3
tahun yang lalu. Ciri-ciri dari tanaman ini yaitu memiliki umbi
yang bewarna coklat hampir mirip dengan singkong, daging
umbi bewarna putih kekuning-kuningan dan memiliki rasa yang manis. Daun
yakon lebih dikenal sebagai daun insulin, karena daun yakon mengandung
protein, karbohidrat dan lemak mengandung gula-gula fruktosa yang
tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat
difermentasi oleh usus besar. (Hasanah, 2013).
RUMUSAN MASALAH
- Apa itu penyakit diabetes
- Bagaimana penanganan penyakit diabetes
- Peranan daun insulin pada pasien diabetes
PEMBAHASAN
Menurut (Prizka Putri Pahlawan,
2016) diabetes
melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan
metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan
tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme
karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi
insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan
atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar
pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh
terhadap insulin.
Diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu
diabetes tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) dan diabetes
tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus).
Diabetes tipe 1 biasanya timbul pada usia remaja (9-13 tahun)
disebabkan karena adanya penyakit autoimun. Sedangkan diabetes tipe 2
timbull pada usia 30-40 tahun dan biasanya terjadii karena obesitas.
DM tipe 2 ini terjadi karena defisiensi insulin relative atau
resisten insulin. (Prizka Putri Pahlawan, 2016)
Faktor resiko terjadi diabetes melitus tipe 2 antara lain
riwayat keluarga dengan DM, obesitas, sebelumnya pernah didiagnosa dengan
gangguan toleransi glukosa, riwayat melahirkan bayi besar, hipertensi,
kadar kolesterol HDL<35 mg/dl dan/atau kadar trigliserida >250
mg/dl, penderita sindrom polikistik ovarium atau acanthosis
nigricans, dan riwayat penyakit kardiovaskuler. Kondisi hiperglikemia
dalam jangka panjang (kronik) dapat menyebabkan komplikasi
multiorgan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada
penyandang DM. Komplikasi yang terjadi dapat berupa disfungsi ataupun
kegagalan dari organ seperti mata, ginjal, saraf, jantung,
dan pembuluh darah. (Baroni, 2014).
Pengobatan pada DM bertujuan untuk menjaga kadar glukosa
darah, yaitu dengan memberikan obat. Namun masih sering kali ditemui
pemberian obat yang tidak terkontrol dengan baik dapat berakibat pada
kasus hipoglikemi, gangguan pada saluran pencernaan. Selain itu
pasien DM mudah sekali mengalami hiperglikemi. Bahkan yang membuat
pasien DM semakin tidak berdaya adalah semakin mahalnya harga
obat. Pengembangan strategi untuk alternatif pengobatan DM perlu
ditingkatkan, salah satunya dengan menggunakan tanaman herbal yang ada di
Indonesia untuk mengurangi kasus DM dengan meminimalkan efek
samping (Herlina, 2013).
Tanaman herbal yang dapat dikembangkan sebagai alternatif pengobatan kasus
DM adalah tanaman Yakon (Smallanthus sonchifolius)
Penyebab utama diabetes di era globalisasi adalah
perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup, salah satu aspek
yang paling menonjol adalah tingginya konsumsi makanan gaya barat.
Makanan gaya barat ini bisa dipersonifikasi dengan jaringan restoran cepat
saji (fast food) Mc Donald’s, KFC, Pizza Hut, Wendy’s dan
sebangsanya (Sustrani, 2004).
Tanaman Yakon terbukti mampu mencegah migrasi
polymorphonuclear leucocyites, immunomodulasi, antioksidan dan efek
sitoprotektor. Bahkan hasil penelitian mampu membuktikan tanaman Yakon
dalam bentuk teh dapat menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan
kadar insulin pada tikus yang terinduksi bahan diabetik. Pada bagian
tanaman Yakon yang lain seperti umbi juga mengandung
β fruktooligosakarida terbesar dibandingkan dengan tanaman lain.
Fruktooligosakarida merupakan gula dengan kandungan
kalori lebih rendah dibandingkan gula lainnya. β fruktooligosakarida
mampu memodulasi sindrom metabolik dan dislipidemi. Fruktooligosakarida
merupakan sejenis insulin juga memiliki kemampuan aktivitas prebiotik
dengan mengatur metabolisme kolesterol pada proses assimilation melalui
penurunan absorbsi kolesterol di usus halus (Grethel,
2013).
PENUTUP
Kesimpulan
Pengobatan diabetes dasarnya adalah
mengontrol gula darah hingga mencapai kadar gula yang mendekati normal (kadar
gula darah orang sehat). Pengobatan diabetes meliputi edukasi, perencanaan
makan, latihan jasmani, dan penggunaan obat-obatan, baik oral maupun insulin.
Agar tercapainya pengobatan diabetes yang aman dan baik. Daun yakon mengandung
protein, karbohidrat dan lemak mengandung gula-gula fruktosa. Fruktosa adalah
gula sederhana yang memberikan rasa manis, terdapat pada makanan alami seperti
buah-buahan, madu, sayuran dan biji-bijian. Kandungan senyawa aktif pada
tanaman ini antara lain phenol, chlorogenic, caffeonylquinic, ferulic,
fruktooligosakarida dan flavonid. kandungan tersebut dapat menurunkan kadar
glukosa darah pada diabetes melitus. Oleh karena itu, tanaman ini dapat
digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes.
Saran
Diharapkan daun insulin
dapat menjadi salah satu alternatif dan dapat diterapkan dalam terapi penurunan
gula darah oleh pasien diabetes. Karena dapat menjadi alternatif obat
diabetes karena di tinjau dari segi ekonomi dan efektifnya dalam pengobatan
dapat menghasilkan hasil yang bagus bagi pasien diabetes.
DAFTAR PUSTAKA
Baroni. (2014).
Beneficial effect of an hydroethanolic extract of Smallanthus sonchifolius
leaves on the metabolic changes in diabetic rats. J Pharm Bio Sci,
5(3) : 183-196.
Desy,
D. (2016). Pengaruh Rebusan Daun Insulin (Smallanthus Sonchifolius) Terhadap
Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Diabetes Melitus. Skripsi. Pontianak:
Universitas Tanjungpura.
Grethel.
(2013). Yacon (smallanthus sonchifolius) : A Functional Food. Jurnal
Foods for Human Nutrition, 222-228.
Hasanah,
U. (2013). Insulin Sebagai Pengatur Kadar Gula Darah. Jurnal Keluarga
Sehat Sejahtera, 42-49.
Herlina.
(2013). Diabetes Kandas Berkat Herbal. Cetakan I. Jakarta:
Fmedia.
Prizka
Putri Pahlawan, D. O. (2016). Manfaat Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius)
sebagai Antidiabetes. Jurnal Majority, Vol.5 No.4.
Ruslianti.
(2008). Pengobatan Diabetes melalui Pola Makan. Jakarta: Kawan
Pustaka.
Sustrani,
L. A. (2004). Diabetes. Jakarta: PT Gramedia.
